Pukul 04.30 tepatnya
aku bangun tidur dan melaksanakan sholat subuh pada waktu itu hari senin.
Dimana aku berangkat ke sekolah lebih awal karena aku ke sekolah naik sepeda.
Ketika aku selesai melaksanakan sholat aku bergeggas untuk menyiapkan seragam
sekolahku dan aku menuju ke kamar mandi untuk siap-siap mandi. Setelah mandi
aku mulai mengenakan seragam sekolah ku,aku di panggil ibuku untuk sarapan.
Jam telah menunjukan
pukul 06.00 aku pun mulai menyiapkan sepeda ku dan tak lupa aku memastikan apakah
ban sepedaku baik baik saja atau gembes. Setelah serasa cukup aku memeriksa
sepedaku,aku berpamitan kepada ibuku dan aku mulai mengayuh sepedaku ketika aku
berangkat sekolah, pasti melewati tengah sawah apalagi di pengujung tahun ini
merupakan musim hujan tanahnya begitu becek, licin, berlumpur,dan jauh dari
sekolahanku.
Jalan yang begitu
becek membuat ban sepedaku serta diriku terpeleset di aliran sungai kecil dekat
sawah,begitu kagetnya aku karena baju seragamku kotor dan basah terkena tanah
di sepanjang perjalanan hujan gerimis aku pun berhenti sejenak untuk memakai
mantol hatiku terasa gelisah dan tidak karuan
aku pun menangis di sepanjang jalan sambil mengayuh sepedaku aku pun
terus dibayang bayangi kejadian yang menimpaku,namun aku tetap bersemangat
untuk melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah dengan kondisi baju basah dan
terkena lumpur.
Setibanya di sekolah aku
menjadi pusat perhatian teman temanku karena keadaan bajuku yang kotor dan
basah membuat ku tersipu malu dan tergesa gesa berlari menuju ruang kelas,
dimana di dalam kelas aku pun kembali menjadi pusat perhatian teman teman ku
kemudian berberapa teman perempuanku datang menghampiriku dan berkata “ kamu
kenapa kog bisa seperti ini bajumu basah dan kotor” kemudian aku menceritakan
kejadian tadi yang telah menimpaku kepada teman teman ku sambil menangis dan
mengiggil.
Kemudian temanku
langsung berlari menuju ke sebuah ruangan tempat menyimpan pakaian seragam untuk
dipinjamkan kepadaku.Setelah temanku menemukan baju seragam aku disuruh untuk
berganti pakaian temanku menghantarkan ku ke kamar mandi.Setelah aku selesai mengganti
pakaianku aku pun menuju ruang kelas dan memulai mengikuti kegiatan belajar mengajar
setelah berberapa jam kegiatan belajar mengajar dimulai kepalaku mulai terasa
pusing karena tadi pagi aku kehujanan.
Dan aku pun tetap
berusaha untuk kuat mengikuti kegiatan belajar mengajar sampai selesai.Ketika
bel pulang berbunyi aku kebetulan mempunyai jam tambahan di sekolah karena
menjelang ujian waktu itu dan aku pun melaksanakan jam tambahan dengan keadaan
badan sudah tidak karuan rasanya aku ingin segera pulang. Namun setelah selesai
kegiatan pelajaran tambahan awan pun mulai gelap tiba tiba hujan deras dan
petir pun mengeleggar apa boleh buat, aku pun harus menunggu hujan reda
bagaimanapun juga aku tidak mungkin dalam keadaan tidak sehat memaksakan diri
untuk pulang. Namun apa daya hujan tak kunjung reda malah semakin deras aku pun
menuggunya sampai berberapa jam ,setelah hujan sudah mulai reda aku pun berlari
ke arah parkiran dan memakai mantolku serta menaiki sepedaku untuk segera
pulang kerumah. Setibanya di pertengahan jalan hujan pun mulai turun kembali,aku
merasa kedinginan kepalaku berat rasanya untuk melanjutkan perjalanan. Aku pun berhentu
di sebuah masjid untuk berteduh dan sekalian melaksanakan sholat ashar setelah
selesai sholat aku pun keluar namun hujan tak kunjung reda.
Aku pun sudah lelah
menunggu hampir berjam jam akhirnya hujan pun mulai mereda.Lalu aku bergegas
untuk pulang tak peduli jalanya licin,petir mengeleggar,ataupun baju basah aku
tak menghiraukanya aku tetap mengayuh sepedaku dengan kecepatan tinggi. Sampai
aku tak memperdulikan keadaan jalan yang sangat terjal dan licin tetap saja aku
terobos. Akibatnya ban sepedaku tertancap sebuah paku dan mengakibatkan ban
sepedaku bocor. Saat itu waktu menunjukan pukul 16.00 keadaan jalan sepi karena
hujan dan kondisi langit mulai gelap karena mendung. Tidak ada satupun orang
yang mau menolongku, aku sedih dan menangis sambil mendorong sepedaku untuk
mencari tempat tambal ban namun lokasi tambal ban itu sangat jauh.
Namun aku tetap
bersabar dan berdoa semoga cepat sampai tujuan. Akhirnya setelah berberapa lama
kemudian aku tiba di tempat tambal ban, badanku terasa mengiggil dan bajuku
basah kuyup. Setelah sepedaku selesai di tambal. Aku pun melanjutkan
perjalananku untuk pulang walaupun hujan terus mengguyur tubuhku,petir
mengeleggar di atas kepalaku. Aku tetap melanjutkan perjalan pulang tanpa
memikirkan keadaan sekitar. Setibanya dirumah aku sungguh kedinginan dan
pusing, apalagi ketika mandi airnya begitu dingin seperti berendam di air es. Setelah
selesai mandi aku di suruh ibuku meminum teh dan aku mulai bercerita kepada
ibuku tentang kejadian yang telah menimpaku tadi pagi hingga sore ini. Ibuku
pun merasa terkejut dan menasehatiku “tetaplah sabar karena sesuatu hal yang kita tidak inginkan dapat terjadi kapan saja di manapun kita berada maka ambil saja
hikmahnya”
Itulah kisah ku saat
aku sekolah semoga kalian yang membacanya
dapat terhibur dan bisa mengambil hikmahnya.
x
x
Komentar
Posting Komentar